ulu's posts with tag: naik lawu

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag naik lawu
Blog Entrykenapa awalnya ke jokja?Oct 24, '07 8:10 PM
for everyone


Abis lebaran pada kemana ey? Saya...ke jokja da sekitarnya.

Akhirnya kesampaian juga cita-cita saya. Naek gunung sampai ke puncaknya! Awalnya isni, adekku tercinta yg kuliah di jokja (UGM) ngajak “teh, de eni sama temen-temen mau naek gunung Lawu. Mau ikut gak?” OH! Tentu saja mau! Jadi ini nperjalanan ngededek ceritanya=D Rabu berangkat ke jokja dan jumat pagi kami berangkat menuju Lawu. Bersama temen-temen adekku dari ukesma UGM, perjalanan ke dan dari Lawu kami tempuh dengan motor yang makan waktu 4-5 jam. Lewat Klaten, Solo, sampai ke karanganyar, tawamangu (lokasi Lawu). Jauuuuh sekali. Ini bener-bener pengalaman pertama yang bukan main melelahkan. Setelah perjalanan dengan motor, dilanjut dengan naik ke gunung. Cape. Kapok? Tentu saja tidak. Ini...menyenangkan.


Naik-naik ke puncak gunung...tinggi-tinggi sekali.

Lokasi pendakian di Lawu bisa dilakukan dari dua basecamp: Cemoro Kandang yang terletak di Jawa tengah dan Cemoro Sewu di jawa timur. Yup, gunung Lawu berada di batas garis perbatasan jateng dan jatim. Jadi saya jalan-jalan ke dua propinsi sekaligus. Kami ambil rute Cemoro Kandang. Kata temen-temen dari Ukesma, rute pendakian Cemoro Kandang yang kami lalui lebih mudah karena cukup landai dan cocok untuk pemula. Bagus deh. Eit, jaraknya lebih jauh dibanding cemoro sewu sih...=(

Kami start dari jokja pukul 10 lebih sekian. Di tengah perjalanan sempat Istirahat sekalian sholat jumat. Motor yang saya tumpangi juga sempet bocor (hehehe, gak enak sama mas Imbang). Bawaan saya berat sekali mungkin, ransel segede lemarinya mas Imbang kok dibawa...heugh..meni berat. Alhamdulilah kuat. Eh pas di tanjakan kaki gunung ada proyek pembuatan jalan, terus ada truk lewat yang mana membuat motor mas Imbang kagok buat maju dan gak mungkin mundur, apalagi ditahan. Berat bangetlah. Motor mas Imbang gak kuat, sempet mundur jadi saya refleks loncat dari motor. Kami turun lagi untuk ambil ancang-ancang naik. Motornya masih gak kuat juga. “udah, mas, saya turun aja, jalan aja” Yasudah saya turun&jalan bentar, jalannya nanjak. Mas Imbang bantu memperingan ransel yang saya bawa. Beberapa meter kemudian kami naek motor lagi dan berhasil sampe ke basecamp. Waktu itu jam 4 sore.

Langit mendung. Kami packing ulang. Sholat. Siap-siap. Berdoa. Berangkat. Sore itu kami mulai mendaki, waktu menunjukkan pukul 17. 15. perjalanan malam dilakukan karena target kami adalah : sunrise.

Waktu ideal pendakian gunung Lawu adalah 5-6 jam. Kami berhasil mendaki dan menginjakkan kaki di puncak setelah...12 jam. Molor sekali. Karena kami banyak berhenti buat istirahat. Abisnya ada pemula 2 orang, yang gak fit satu orang, ransel yang segede lemari dan seberat bumi ada 3, jadinya kami jalan pelan-pelan dan sering sekali istirahat walo hanya 5 menit.

Ada 5 pos yang kami lalui.

Pos pertama: taman sari I. Dari basecamp ke pos I rutenya masih enak. Di pos I kami sempet masak&makan&sholat magrib &isya. Nah...jalan menuju pos 2 (taman sari II) parah. Nanjak...dan nanjak...dan nanjak....begitu sampe di pos 2 kami istirahat agak lama. Mulai kedengeran tuh, angin gede. Suaranya seperti hujan yang disertai angin ribut. Kata Yayuk biasa aja itu badai yang ada di daerah pos 3 ke atas. aniwei, yayuk adalah salah satu si tukang gunung yang kalo kami istirahat dengan duduk2&tiduran, dia malah bediri&streching2. jalannya pelan, tapi kelakon. enak sekali ngeliatnya. nah kalo rista, kerjaannya laper melulu, saya jadi seperti menemukan soulmate=D mas Imbang kayak sepur, balap dan gak keliatan capek. tuti, isni, dan saya gak jauh beda...kecapekan. mas mirza dan rizki adalah duo dibelakang kami, kasian bawaannya berat sekali.

Rute ke pos 3 jauh sekali. Senangnya, view di rute ini cukup indah. Kami menyusuri lereng gunung, dengan jurang di sisi kiri. Karena malam, kawah yang ada dibawahnya jadi gak keliatan. Meski sebelah kiri kami jurang dan bikin saya jalan dengan perasaan deg-degan, di hamparan sebelah kiri terbentang pula pemandangan lampu malam&pesta cahaya bintang. Cantik. Dan kami tetap harus hati-hati, perjalanan malam memang bikin saya fokus setengah mati sama treknya, tapi viewnya sayang banget kalo dilewatin. Jadi sedikit-sedikit nengok ke bawah, nengok ke atas, & nengok ke viem lampu-lampu itu.

Jam 11 malem sampe di pos bayangan. Kami nginep disitu (pake doom lah, gak ada hotel disitu mah). Meski saya tidur bentar tapi rasanya tetep gak pulas. Jam ½ 3 kami bangun, packing lagi. Jam ½ 4 berangkat menuju puncak.

Jalan mulai nanjaaaak...terus naaaaiiikk..setiap jalan datar kami anggap bonus. Buat saya mah jalan datar mewah banget deh. Kami terus jalan kayak labirin, memutari lereng gunung tapi gak pake jurang segala. Sampai di suatu tempat yang enak, kami sholat subuh. Lama juga kami disitu sampe akhirnya target kami untuk ngeliat sunrise mesti diganti dengan “yang penting sampe puncak”. Garis-garis merah matahari mulai muncul. Cantik. Semakin naik vegetasi alam juga mulai keliatan beda-beda. Tumbuhannya jadi pendek-pendek&banyak edelweis&banyak padang rumput serta bebatuan. Angin kenceng mulai ganggu. Dan hari mulai terang. Di pos 3, anginnya kuenceng sekali. Debu melulu deh.

Ternyata ada orang lain selain kami. Mereka berangkat duluan ke atas saat saya masih ngatur napas. Cukup istirahatnya, kami berangkat lagi. Trek ke pos 4 berbatu-batu&nanjak. Kalo gak mau nanjak banget, kami mesti jalan agak muter, kayak ular tangga. Savana mulai keliatan. Alam di sekeliling mulai nampak. Awan-awan juga bermunculan. Dan saya lapaaaaar sekali. Ngemil-ngemil di jalan gak bikin tenaga ini pulih. Sampai pos 4, pemandangannya...luar biasa BAGUS! kayak di film-film korea itu loh. Pohonnya, rumputnya. Dan kami sudah diatas awan, makanya kami bisa liat gimana awan itu bergerak. Cantik sekali. Kayaknya di langit ke tiga para malaikat lagi maen lempar bantal deh, kapas bantalnya jadi berhamburan keluar...

Kami masak besar loh di pos 4. Ada beberapa kelompok orang yang juga mau ke puncak dan stop untuk istirahat disitu, jadi lumayan rame. Dan mereka senyum-senyum ngeliatin kami yang masak banyak banget, ada sop (isi wortel, sosis, kol, baso, mie, dll), nugget. tempe, telor, kentang. Gak heran kenapa ransel mas Imbang berat sekali. Wong dia bawa ‘pasar’ didalaem tasnya=D Pokoknya kami makan besar. Sampe perutnya enak deh. Yah pokoknya enakin dulu. Sekitar 2 jam kami disitu. “udah jam 11 woi, berangkat”, kata siapa saya lupa. So, kami mulai melangkahkan kaki lagi. Pemandangnnya lagi-lagi....BAGUS. jalan ke puncak asik juga, banyak bonusnya (jalan datar&turunan), tapi giliran nanjak aja gila-gilaan. Batu-batu & terjal sekali. Waktu di jalan ketemu bapak-bapak yang abis dari puncak “ayo, mbak, deket kok, 5 menit lagi loh”. Seneng dong dikasitau kalo puncaknya deket. EH! Buat bapak itu 5 menit, buat saya...35 menit! Kurang ajar...kami mulai jalan terpisah beberapa meter saat trekking ke puncak. Masing-masing dari kami (apalagi saya) mesti sering-sering ngadem&ngatur napas dulu. Cape banget. Kemudian...kemudian...kemudian....

SAMPE!!!!
Puncak! alhamdulilah...


*foto nyusul ya...lupa hehehe=D

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help