sudah beberapa kali bikin walking tour sama tim biru dari bandung trails.
semuanya punya cerita sendiri. when i have to choose the best one, i would say Bandung Lautan Api Walking tour. it was the very best tour i've ever joined.
kenapa?
karena waktu itu timingnya cocok. Cuaca mendukung pisan walau sempet gerimis cantik diawal. Ditambah dengan peserta yang gak banyak-banyak amat kayak biasanya. Saya cuma 'pegang' 5 orang aja waktu itu.

Ini mah teh Uci yang jadi Guidenya
Kelimanya ngedengerin cerita saya sepenuh hati & jadinya banyak nanya yang mana kadang-kadang bikin saya kewalahan. Dan kami jadi deket satu sama lain sepanjang perjalanan. Walking tournya juga sore hari, mulai jam 4 selesai jam 8 malem. Waktu saya sampai di ending point di Tegalega, langit mulai agak gelap, dan ternyata sunset di Tegalega oke juga. Keren. Begitu mulai malam, masing-masing dari kami dibekalin satu lilin untuk masuk ke dalam lapangan Tegalega. Disana sudah menunggu Pak Didi Afandy, saksi hidup BLA yang waktu peristiwa masih berumur 9 tahun. Jadilah kami duduk lesehan sambil pegang lilin dan makan pisang rebus, eh ada juga bajigur.
Dan yang saya selalu suka dari BLA adalah: Kisahnya yang Dramatis dan romantis. Bahwa dulu tahun '46, orang Bandung mau ngebakar tempat tinggalnya sendiri, bareng-bareng ngungsi dengan jalan kaki jauh ke arah selatan, malah sampai ke Garut. it was so touchy. why oh why banyak yang minat dengan bandung historical walk tapi keadaannya berbalik habis kalo walking tournya dengan rute Bandung Lautan Api. Gak banyak yang tahu bagaimana sebenernya kisah dibalik BLA, meski saya juga gak tau-tau banget. BLA kan bukan cuma tentang ngungsi sambil bawa obor. makanya saya seneng banget waktu bikin walking tour ini, karena gak cuma jalan kaki napak tilas, tapi juga sambil ngedenger kisah-kisah dibalik BLA. Ada Nasution, ada Cikapundung yang meluap, ada tentara Gurka, ada endang Karmas yang nyobek bendera belanda di atas Dennis Bank (sekarang bank Jabar), ada pejuang perempuan bernama Willy, ada SD Asmi, dan bagaimana sedihnya Dewi Sartika waktu harus ngungsi dan akhirnya kembali ke Bandung untuk dimakamkan. Banyak...
Jadi pengen bikin filmnya. Seru kalo ada filmnya, kayak film-film perjuangan tahun 80an gitu. Mbak mira lesmana, bikinin film tentang bandung lautan api dooooong....